Selamat Datang! Terima kasih telah berkunjung. Berkah Dalem.

Sekolah Iman:
Ketika Biduk Perkawinan Oleng,
Tetaplah Berpegangan Erat

Ketika biduk perkawinan mulai oleng, jangan saling melepaskan tangan. Tetapi tetaplah saling berpegangan erat.
      Dalam Sekolah Iman, Rabu (18/05/2016) di Aula Paroki St. Petrus & Paulus Babadan, ditegaskan oleh Rm. Robertus Triwidodo, Pr bahwa tetap saling berpegangan erat di atas biduk perkawinan yang sedang goyah merupakan bentuk tanggung jawab atas janji perkawinan dalam Sakramen Perkawinan.

Datanglah Roh Kudus!

Datanglah, Roh Kudus ! Bebaskan kami dari ketertutupan di dalam diri kami sendiri dan tanamkanlah dalam diri kami sukacita mewartakan Injil (15 Mei)  

Perayaan Ekaristi Syukur HUT ke-100 Sleman

Perayaan Ekaristi Syukur Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-100 diselenggarakan di Paroki Babarsari, Jumat (13-05-2015). Perayaan Ekaristi Syukur tersebut dipersembahkan oleh Mgr. Blasius Pujaraharja Pr, Uskup Emeritus. ,didampingi konselebran antara lain Rm. Florentinus Hartosubono (Delegatus Episkopal Kevikepan DIY) , termasuk Romo Paroki Babarsari  serta romo dari 12 paroki yang ada di Sleman.

Berkomunikasi dengan Rahmat

Untuk berkomunikasi dengan rahmat berarti membantu menciptakan kedekatan dan persaudaraan yang bebas, sehat, di antara anak-anak Allah (14 Mei)  

Pesan Paus Fransiskus Untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-50, 8 Mei 2016:

Komunikasi dan Kerahiman: 

Perjumpaan yang Memerdekakan

Saudara dan saudari terkasih,
       TAHUN SUCI Kerahiman mengajak  kita semua untuk merefleksikan keterkaitan  antara komunikasi dan kerahiman. Gereja, dalam kesatuan dengan Kristus sebagai penjelmaan yang hidup dari Bapa Yang Maha Rahim, dipanggil untuk mewujudkan kerahiman sebagai ciri khas dari seluruh diri dan  perbuatannya.

Mengekspresikan Kasih Sayang, Kelembutan dan Pengampunan Allah

Apa yang kita katakan dan bagaimana kita mengatakan itu, setiap kata dan gerakan kita, haruslah mengekspresikan kasih sayang, kelembutan dan pengampunan Allah untuk semua . (11 Mei)  

Menjadi Gereja Hijau

Usulan itu awalnya dimuat di aplikasi WA, disampaikan oleh Ibu Yosephine Suharyanti (Tim Kerja SDM Litbang). Bila setiap lingkunan menanam sebatang pohon dan memeliharanya, maka akan tumbuh 26 pohon mengitari Gereja Babadan.
      Lalu jika setiap umat membawa satu tanaman hias, akan tersedia sekitar 700 tanaman hias mempercantik pekarangan gereja.  Dengan cara itu, akan tercapai keinginan agar Gereja Babadan menjadi Gereja Hijau.
     Memang, saat Pasturan selesai dalam waktu dekat,  yang terbayang adalah kompleks Gereja Babadan dipenuhi bangunan masif.  Ke mana-mana beton dan konblok.