Selamat Datang! Terima kasih telah berkunjung. Berkah Dalem.

Senin, 27 Oktober 2014

Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman:
Isyarat Kerinduan akan Persaudaraan Sejati

R Triwidodo
Peserta Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman yang berlangsung Jumat – Minggu, 24 – 26 Oktober 2014 di Aula SMA Pangudi Luhur van Lith, Muntilan,  melimpah. Ini bisa dimaknai sebagai isyarat bahwa umat sungguh merindukan terwujudnya persaudaraan sejati lintas iman. 
   Isyarat tersebut diperkuat oleh isyarat lain, yang mengemuka lewat sejumlah pertanyaan maupun pernyataan yang dilontarkan peserta kepada pembicara. Sejumlah peserta mengatakan, sudah lama menunggu adanya hajatan seperti kongres ini. Sebagian lagi mengusulkan, peserta hendaknya mencakup seluruh elemen bangsa, entah yang moderat atau garis keras.

Minggu, 26 Oktober 2014

Keluarga membentuk manusia, membangun masyarakat

Keluarga adalah tempat di mana kita dibentuk sebagai manusia. Setiap keluarga adalah batu bata yang membangun masyarakat(23 Okt). 

Doa Rosario Malam Hari di Novisiat OMI

Sebuah lilin besar menyala di depan patung Bunda Maria. Lilin itu tegak berdiri di tengah pelataran sekitar dua meter persegi. Di kiri kanan pelataran, ada kolam berukuran sekitar 1 x 3 meter. Air kolam itu bergemericik ketika jatuh ke kolam berukuran sekitar 2 x 8 meter, yang permukaannya sekitar 50 sentimeter lebih rendah. 
    Di seberang kolam, di pelataran seluas kira-kira 4 x 12 meter, sekitar tiga puluh umat Lingkungan St. Ignatius Paroki St. Petrus & Paulus Babadan, duduk di atas kursi plastik menghadap patung Bunda Maria. Mereka mendaraskan doa Rosario. Malam itu, mereka memang tidak berdoa di rumah kediaman salah satu umat. Sejak pkl. 19.15, Sabtu lalu (25-10-2014), mereka berdoa Rosario di Novisiat OMI Beato Joseph Gerard Blotan.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Iman Harus Dipupuk Firman Tuhan

Agar iman menjadi kuat dan sehat, ia harus terus dipupuk oleh Firman Tuhan (21 Okt). 

Rekoleksi Prodiakon: Dipilih Melayani

Tempatnya sudah tepat, di Aula Gereja St. Fransiskus Xaverius Cangkringan, di lereng Merapi. Jauh dari keramaian kota.  Waktunya juga telah pas. Bukankah saat 1 Suro, banyak orang Jawa melakukan tapa bisu?
    Apalagi acaranya disebut rekoleksi, yaitu khalwat pendek beberapa jam. Khalwat berarti pengasingan diri di tempat hening untuk berdoa, menenangkan diri, meneliti hidup untuk disyukuri dan diperbarui.

Jumat, 24 Oktober 2014

Baik Kepada Yang Tak Mampu Membayar Kembali

Untuk mengubah dunia kita harus baik kepada mereka yang tidak mampu membayar kita kembali (18 Okt).