Selamat Datang! Terima kasih telah berkunjung. Berkah Dalem.

GBPH Prabukusumo, SPsi:
Joglo Sarana Membangun Kebersamaan dan Persaudaraan

Joglo sebagai warisan budaya, sungguh tepat dijadikan sarana untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan antar warga masyarakat. Demikian disampaikan GBPH Prabukusumo, SPsi dalam sambutannya saat menyerahkan joglo Kinanthi Ing Gusti kepada Paroki St. Petrus & Paulus Babadan yang diwakili oleh Rm. Robertus Triwidodo Pr, Selasa (17-01-2017).
      Dikemukakan lebih lanjut oleh GBPH Prabukusumo, SPsi, melalui berbagai kegiatan sosial budaya yang bisa dikembangan dengan joglo sebagai sarana, adat dan budaya akan bisa memasyarakat. Adat dan budaya memang harus memasyarakat, supaya toleransi semakin berkembang. Sikap toleransi berkembang baik melalui adat dan budaya apabila sejak dini telah diperkenalkan kepada anak.

Peringatan Hari Anak Misioner di Cangkringan

Peringatan Hari Anak Misioner dipusatkan di Gereja St. Fransiskus Xaverius Cangkringan. Peringatan itu, sesuai dengan misi Serikat Anak-anak Misioner,  dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan semangat anak-anak untuk berbelarasa terhadap sesama anak-anak yang kurang beruntung.
      Terkait peringatan tersebut, serangkaian acara diselenggarakan, dimulai dengan Lomba Mazmur untuk anak SD dan SMP (Selasa, 27-12-2016), Lomba Baca Kitab Suci untuk anak SD dan SMP (29-12-2016), dan Pendalaman Iman tentang 7 Sakramen (2-01-2017).
      Puncak peringatan ditandai dengan Misa Hari Raya Penampakan Tuhan dan Hari Anak Misioner yang dipimpin oleh Rm. Antonius Sussanto OMI. Diawali dengan Pentas Seni di Aula Gereja St. Fransiskus Xaverius Cangkringan, seluruh peringatan Hari Anak Misioner ditutup oleh Rm. Robertus Triwidodo Pr. (prp)***

KPP Kini di Babadan

Mulai 2017 ini, Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) diselenggarakan di Paroki St. Petrus & Paulus Babadan. Kursus diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu ke-3 dan Ke-4 setiap bulan. Untuk hari Sabtu, kursus berlangsung pkl. 18.30 – 21.30. Sedang pada hari minggu berlangsung pkl. 09.00 – 12.00.
     Dengan penyelenggaraan KPP secara mandiri di Paroki Babadan, calon pasangan yang akan menikah tidak lagi perlu bersusah payah mengikuti KPP di Paroki Kalasan atau Paroki lain. Selama ini, untuk keperluan KPP Paroki Babadan masih mengindung ke Paroki Marganingsih Kalasan. (prp)***

Pengurus Baru Dewan Paroki Dilantik

Pengurus Baru Dewan Paroki St. Petrus & Paulus Babadan maa bakti 2017 – 2019 dilantik pada Minggu (25-12-2016). Pelantikan dilakukan oleh Rm. Robertus Rubyatmoko Pr selaku Romo Kuria dan sekaligus menjadi selebran utama pada Perayaan Ekaristi Natal. Sedang konselebran masing-masing Rm. Robertus Triwidodo Pr, Rm. Antonius Sussanto OMI, dan Rm. Ignatius Yulianto OMI. Dalam sambutannya Rm. Robertus Triwidodo Pr mengatakan selamat bekerja bagi pengurus baru dan terima kasih kepada pengurus lama.***

Persiapan Calon Penerima Komuni Pertama

Persiapan Calon Penerima Komuni Pertama akan dimulai Januari 2017. Masa persiapan akan berlangsung sekitar enam bulan. dimulai pertengahan bulan Januari 2017. Calon peserta sudah dapat mendaftarkan diri melalui pengurus lingkungan atau ke sekretariat paroki.***

Taman Semakin Indah oleh Bunga Aneka Warna

FKUB dan Dewan Paroki foto bersama di depan Gereja
Indonesia sebagai anugerah Tuhan, kaya dengan kebhinekaan yang menakjubkan. Ibarat sebuah taman, ia semakin indah karena ditumbuhi bunga aneka warna. Karena itu, untuk menumbuhkan dan menjaga kerukunan, setiap anggota masyarakat hendaknya menghargai perbedaan masing-masing.
      Pernyataan itu disampaikan oleh H Suwarso, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sleman, dalam pertemuan antara 11 anggota FKUB Sleman dengan 13 anggota Dewan Paroki St. Petrus & Paulus Babadan, di aula Paroki, Kamis (22-12-2016) sekitar pkl. 13.00.

Polres Sleman Persiapkan Pengamanan Natal

Tim Polres Sleman berfoto bersama sebagian umat di depan gua natal yang tengah dipersiapkan.
Empat personil Polres Sleman mendatangi Gereja St. Petrus & Paulus Babadan sebagai bagian dari langkah persiapan pengamanan Perayaan Natal 2016.  Keempat polisi tersebut masing-masing Pak Djuweni, Pak M Ryanto, Pak Vai Anjari, dan dipimpin oleh Bu Oktavia dari Polres Sleman.
      Kedatangan mereka antara lain untuk memperoleh informasi tentang jadwal perayaan serta perkiraan jumlah umat yang akan menghadiri perayaan tersebut.