Selamat Datang! Terima kasih telah berkunjung. Berkah Dalem.


Sertijab Romo Paroki Lama dan Baru

   
Kiri: Rm. Robertus Triwidodo Pr (Romo Paroki lama),
Tengah:  Sertijab, disaksikan Rm. Arya Dewanta SJ (kiri)
Kanan: Rm. Hardiyanta Pr (Romo Paroki baru)

Serah terima jabatan antar Rm. Robertus Triwidodo Pr selaku pastur paroki lama kepada Rm. Hardiyanta Pr sebagai pastur paroki yang baru, dilaksanakan dalam Perayaan Ekaristi, Minggu (17-09-2017). Serah terima jabatan tersebut dipimpin oleh Rm. Arya Dewanta SJ,
ekonom Keuskupan Agung Semarang.

Romo Paroki Baru:
Rm Robertus Hardiyanto Pr tiba di Babadan

Rm. Hardiyanto Pr memberi sambutan di tenga umat di Aula Paroki Babadan
Di antar sekitar 120 umat dari Paroki St. Perawan Maria di Fatima Sragen, Rm. Robertus Hariyanto Pr, romo yang ditugaskan KAS menjadi pastur paroki di Babadan menggantikan Rm. Robertus Triwidodo Pr, tiba di Babadan Minggu (03-09) sekitar pkl. 13.30.
       Setelah istirahat sejenak dan makan siang, acara dilanjutkan dengan sambutan. Pertama, wakil Paroki St. Perawan Maria di Fatima Sragen menyambaikan sambutan lebih dulu, yang intinya mengucapkan selamat bertugas di paroki Babadan kepada Rm. Robertus Hardiyanto Pr. Kepada umat Paroki Babadan diharapkan agar dapat menerima Rm. Robertus Hardiyanto Pr dengan baik.

BKSN 2017:
Kabar Gembira di Tengah Gaya Hidup Modern

Arus zaman dunia modern melanda seluruh manusia, termasuk Gereja. Banyak hal positif dihasilkan, namun tidak sedikit yang dimunculkan oleh arus zaman dunia modern. Demikian keprihatian Gereja Katolik Indonesia, yang disampaikan Tim Kerja Pemandu Bidang Pewartawaan dalam sosialisasi Bulan Kitab Suci Nasional 2017,  di Aula Paroki Babadan Jumat (25-08).

       Dijelaskan lebih lanjut, menanggapi tantangan yang muncul dalam dunia modern sebagaimana diungkapkan dalam kepriatinan tersebut, yang bagaimanapun juga akan dihadapi Gereja, Bulan Kitab Suci Nasional 2017 mengambil tema:  “Kabar Gembira di Tengah Gaya Hidup Modern.” 

Eksposur AYD (3):
Biarkanlah Gereja Menjadi Rumah bagi siapa Saja

Biarkanlah gereja menjadi sebuah rumah bagi siapa saja, terutama kaum muda. Biarkanlah setiap orang merasa seperti di rumah sendiri ketika berada di gereja. Demikian dikemukakan Kardinal Patrick D’Rosario CSK, Ketua Komisi Awam dan Keluarga The Federation of Asian Bsihop Conferences, dalam acara Exposure AYD ke-7 di Aula Paroki St. Petrus dan Paulus Babadan, Jumat (04-08-2017).
      Pengalaman Paroki St. Petrus & Paulus Babadan dalam menjalin persaudaraan lintas iman harus dilihat dalam konteks itu. Oleh sebab itu, Kardinal merasa sangat bahagia bisa hadir dan bisa berbagi pengalaman dalam Exposure di Paroki Babadan. Sebab, menurut Kardinal Patrick D’Rosario, itulah pertama kali bagi beliau hadir dalam suatu pertemuan di sebuah gereja di mana berbagai kalangan lintas mau hadir dan berpertisipasi dengan baik dalam acara di gereja itu.

Eksposur AYD (2):
Jangan Pengaruhi Kaum Muda dengan Paham Pemecah-belah

Anak-anak ketika masih dalam masa pertumbuhan pada dasarnya sangat toleran, tidak menjadikan perbedaan menjadi penghambat untuk bergaul dengan sesama. Anak-anak menerima orang lain apa adanya.  Jadi, anak-anak atau kaum muda secara umum, jangan dipengaruhi dengan paham yang memecah-belah. Demikian, dituturkan Pak Sambodo Wijokongko untuk menjelaskan makna dari drama yang dimainkan anak muda dusun Babadan di Aula Paroki Babadan, Jumat (04-08-2017).

Eksposur AYD (1):
Perbedaan Jangan Dijadikan Pemicu Perpecahan,
tapi Menjadi Titik-tolak Membangun Persaudaraan

Perbedaan hendaknya tidak dijadikan untuk memecah-belah. Perbedaan hendaknya menjadi pendorong untuk lebih saling memahami sebagai titik tolak untuk membangun persaudaraan.Demikian dikemukakan Rm Robertus Triwidodo Pr selaku pastur paroki dalam sambutan selamat datang kepoada rombongan peserta AYD yang terdiri dari hampir 80 utusan, Jumat (04-08-2107).