Selamat Datang! Terima kasih telah berkunjung. Berkah Dalem.

Surat Gembala Prapaska 2917:
KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG


Dibacakan/diterangkan pada hari Sabtu-Minggu, 25-26 Februari 2017



"Kasih Setia Allah Meneguhkan Kita 
Menjadi Pelopor Peradaban Kasih " 

Saudari-saudara ku yang terkasih
      Di tengah-tengah situasi sosial politik kemasyarakatan yang mewarnai penyelenggaraan Pilkada Serentak di beberapa daerah, dan dalam upaya mengamalkan Pancasila dalam masyarakat yang berbhineka, kita memasuki masa Prapaskah.

APP 2017:
Menjadi Pelopor Peradaban Kasih

Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (RIKAS) 2016-2035 mencita-citakan terwujudnya peradaban kasih di bumi Indonesia yang sejahtera, bermar-tabat dan beriman. Menghayati iman dan berjuang mewu-judkan peradaban kasih dalam kehidupan masyarakat yang majemuk di Indonesia, menjadi landasan untuk hidup bersama dengan orang dari berbagai macam suku, agama, ras maupun golongan.

Surat Paus Fransiskus untuk Prapaskah 2017:
Sabda adalah Anugerah, Oranglain adalah Anugerah

Saudara-saudari,
      Prapaskah adalah suatu permulaan baru, suatu jalan yang menghantar ke suatu tujuan pasti Paskah: Kemenangan Kristus akan maut. Dan masa ini senantiasa menyerukan suatu undangan yang kuat kepada pertobatan: Seorang kristiani dipanggil untuk kembali kepada Allah “dengan segenap hatimu” (Yoel 2:12), agar tidak berpuas diri dengan suatu kehidupan yang biasa-biasa saja, tetapi bertumbuh dalam persahabatan dengan Tuhan. Yesus adalah sahabat setia yang tidak pernah meninggalkan kita.

GBPH Prabukusumo, SPsi:
Joglo Sarana Membangun Kebersamaan dan Persaudaraan

Joglo sebagai warisan budaya, sungguh tepat dijadikan sarana untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan antar warga masyarakat. Demikian disampaikan GBPH Prabukusumo, SPsi dalam sambutannya saat menyerahkan joglo Kinanthi Ing Gusti kepada Paroki St. Petrus & Paulus Babadan yang diwakili oleh Rm. Robertus Triwidodo Pr, Selasa (17-01-2017).
      Dikemukakan lebih lanjut oleh GBPH Prabukusumo, SPsi, melalui berbagai kegiatan sosial budaya yang bisa dikembangan dengan joglo sebagai sarana, adat dan budaya akan bisa memasyarakat. Adat dan budaya memang harus memasyarakat, supaya toleransi semakin berkembang. Sikap toleransi berkembang baik melalui adat dan budaya apabila sejak dini telah diperkenalkan kepada anak.

Peringatan Hari Anak Misioner di Cangkringan

Peringatan Hari Anak Misioner dipusatkan di Gereja St. Fransiskus Xaverius Cangkringan. Peringatan itu, sesuai dengan misi Serikat Anak-anak Misioner,  dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran dan semangat anak-anak untuk berbelarasa terhadap sesama anak-anak yang kurang beruntung.
      Terkait peringatan tersebut, serangkaian acara diselenggarakan, dimulai dengan Lomba Mazmur untuk anak SD dan SMP (Selasa, 27-12-2016), Lomba Baca Kitab Suci untuk anak SD dan SMP (29-12-2016), dan Pendalaman Iman tentang 7 Sakramen (2-01-2017).
      Puncak peringatan ditandai dengan Misa Hari Raya Penampakan Tuhan dan Hari Anak Misioner yang dipimpin oleh Rm. Antonius Sussanto OMI. Diawali dengan Pentas Seni di Aula Gereja St. Fransiskus Xaverius Cangkringan, seluruh peringatan Hari Anak Misioner ditutup oleh Rm. Robertus Triwidodo Pr. (prp)***

KPP Kini di Babadan

Mulai 2017 ini, Kursus Persiapan Perkawinan (KPP) diselenggarakan di Paroki St. Petrus & Paulus Babadan. Kursus diadakan setiap hari Sabtu dan Minggu ke-3 dan Ke-4 setiap bulan. Untuk hari Sabtu, kursus berlangsung pkl. 18.30 – 21.30. Sedang pada hari minggu berlangsung pkl. 09.00 – 12.00.
     Dengan penyelenggaraan KPP secara mandiri di Paroki Babadan, calon pasangan yang akan menikah tidak lagi perlu bersusah payah mengikuti KPP di Paroki Kalasan atau Paroki lain. Selama ini, untuk keperluan KPP Paroki Babadan masih mengindung ke Paroki Marganingsih Kalasan. (prp)***